Monyet, teman atau musuh?

Selama ini Monyet dipandang sebagai ‘musuh’ alami petani karena banyak mengganggu tanaman. Berbagai cara dilakukan untuk menghalau mereka ketika hadir di ladang. Mulai dari membuat pagar, jerat, dan ban dalam kendaraan yang dibuat sedemikian rupa — digunting menyerupai ular, bahkan di racun. Toh ini semua tidak juga membuat makhluk tersebut jera. Bahkan yang terakhir dilakukan yakni dengan menjaga tanaman setiap hari, baik siang dan malam. Semenjak dari tanaman jagung berumur muda mengeluarkan bunga hingga memasuki usia siap dipanen. Dengan demikian setidaknya petani harus menjaga lahannya selama 3 bulan. 

Untuk mengendalikan kerusakan tanaman sebab Monyet sebaiknya dilakukan dengan tidak menempatkan mereka pada posisi lawan. Ketika pikiran kita masih seperti demikian maka selamanya kegiatan berkebun petani tidak pernah aman. Penting untuk merubah pola pikir kita dengan memahami kehadiran mereka  di lahan. Sebab mereka masuk mengganggu tanaman yang ada karena mempunyai tujuan. Yakni mencari makan karena habitat hidup mereka sudah mengalami perubahan sebab aktivitas pembukaan hutan. Kondisi demikian setidaknya telah mengakibatkan hilangnya berbagai vegetasi dalam hutan yang menjadi sumber makanannya. 

Agar supaya kawanan Monyet hadir di lahan tidak mengganggu tanaman yang ada, oleh petani SP3 Pangea didapatkan satu pembelajaran baru. Menarik untuk disampaikan disini dari hasil pengamatan yang diperoleh selama ini tentang bagaimana monyet tidak mengganggu tanaman utama. Yaitu dengan memperbanyak tanaman buah kesukaannya. Memang makhluk ini menggemari berbagai macam buah-buahan. Namun diantara sekian banyak buah yang menjadi favorit makanan utama mereka adalah buah pepaya. Dengan buah pepaya biasanya mereka akan mengabaikan jenis lainnya. Untuk 1 buah pepaya masak seukuran ceret air tidak habis sekali makan. Kelompok Monyet tersebut membutuhkan waktu selama 3 (tiga) hari untuk menghabiskan. 

Monyet sebagai kawan ikut membantu petani. Selama ini Monyet dalam mengambil buah coklat petani selalu memilih yang sudah matang. Perilaku mereka pada saat makan buah coklat tidak pernah berpindah-pindah tempat. Sehingga biji buah sisa dimakan monyet menumpuk terkumpul pada satu tempat, dan memudahkan petani untuk memungutnya.

Dituturkan oleh Pak Bunairi di SP3 Pangea. Dituliskan SS – Agraria Institute untuk Program Sekolah Kampung Terasmitra.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *