Keseruan ketika berada di pantai bukan hanya untuk belajar berenang dan bermain pasir, melainkan juga ada nilai edukasi yang harus ditanamkan kepada mereka. Ada saatnya mereka harus sadar dalam menghargai alam dan sudah barang tentu musti diperkenalkan sejak dini. Karena alam dimana mereka pijak hari ini adalah alam yang akan mereka nikmati kelak dengan berbagai perubahan kondisi yang sangat cepat.

Dunia anak bisa saja berubah, tapi kesadaran dan empati yang ada pada diri mereka harus didukung dengan kegiatan-kegiatan yang bernilai edukatif dan bermanfaat bagi sesama dan alam sekitarnya. Layaknya anak-anak yang lahir dan tumbuh di lingkungan pesisir, tentu sangat erat kaitannya dengan fenomena yang terjadi di pesisir pantai. Berbagai jenis sampah yang terbawa oleh arus selalu bermuara pada bentang pantai. Mengajak mereka untuk memahami dampak yang ditimbulkan oleh limbah tersebut kepada habitat laut, ancaman apa yang akan terjadi, dan bagaimana tanggung jawab kita sebagai manusia dalam menjaga alam ini.
Ternyata ada kepedulian halus yang mereka ungkapkan melalui kegiatan-kegiatan kecil dalam memahami masalah tersebut. Saling berkompetisi mendapatkan sampah, mencoba bertanya dan memilah jenis sampah, serta mengumpulkannya dalam wadah atau karung. Rasa penasaran dalam memahami ancaman yang ditimbulkan oleh jenis sampah tersebut mereka tuangkan melaui pertanyaan demi pertanyaan. Bukan sesuatu yang sulit untuk memberikan pemahaman kepada mereka, karena kebiasaan bertanya seperti ini akan menjadi awal kesadaran dan motivasi dalam pemikiran kritis yang mereka hadirkan di tengah keluarga atau dalam lingkungan masyarakat. Apalagi anak-anak seusia mereka memiliki rasa ingin tahu yang amat tinggi, tergantung bagimana kita menyikapinya dan mengarahkannya menjadi lebih baik.
Ali Hanafi

