Segala tindakan dan aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik di Sikola Kampo dapat dilihat sebagai bentuk penerapan pendidikan dan pembentukan kepribadian yang luhur melalui tiga unsur kearifan lokal Pulau Tomia yaitu; Tara (sabar dalam menghadapi tantangan), Turu (taat kepada agama, adat dan kedua orang tua), Toro (tetap dinamis dalam situasi apapun). Sikola Kampo mengelola pendidikannya dalam tiga hal, yaitu:

  1. Pendidikan karakter
  2. Pendidikan ekstrakurikuler
  3. Pendidikan keterampilan

Layaknya dalam institusi pendidikan lainnya, program pendidikan karakter yang diterapkan adalah penerapan budaya tata krama sedangkan program keterampilan adalah program keahlian lain seperti pengelolaan potensi alam menjadi sesuatu yang bermanafat dan bernilai ekonomi.

Sehingga dari titik inilah pendidikan yang ada di Sikola Kampo dapat dikaji, yakni pendidikan yang berlandaskan aktivitasnya dengan praktek-praktek kearifan lokal, sehingga peserta didik tidak hanya kompeten dalam satu bidang melainkan juga mampu mandiri melalui keterampilan yang dipelajari atau didapatkan selama tergabung di wadah ini.

Belajar di alam terbuka

80% kegiatan belajar anak-anak di Sikola Kampo adalah di alam terbuka. Dengan memiliki satu bangunan semi permanen dan selalu konsisten belajar dengan metode yang sudah diterapkan yakni dengan bebas berpikir dan belajar. Metode ini dilakukan sebagai alat untuk pembelajaran dan pengembangan di Sikola Kampo. Bukan hanya kegiatan belajar dan bermain, melainkan juga melalui alam terbuka peserta dapat memahami pentingnya megenal alam sekitar dan bagaimana belajar menjaga serta melestarikannya kembali, memiliki rasa tanggung jawab pribadi, sosial dan lingkungan yang lebih besar.