Manusia selalu memiliki hubungan yang kuat dengan tanah dan lingkungan, baik itu sebagai sarana untuk rejeki, sumber daya untuk dieksploitasi, ruang untuk menikmati, atau jangkar sosial dan psikologis. Hubungan kita dengan suatu tempat adalah aspek mendasar dari identitas kita dan oleh karena itu perubahan pada tempat atau lingkungan itu menjadi pengaruh utama perubahan dalam diri kita, komunitas kita, mata pencaharian kita, kesejahteraan kita, dan dalam beberapa kasus, kemampuan kita untuk bertahan hidup.
Akibatnya, hanya sedikit dari kita yang dapat mengabaikan pentingnya menjaga lingkungan kita, baik untuk ketahanan dan kesejahteraan kita sendiri maupun bagi mereka generasi yang akan datang. Sementara bagi banyak orang hubungan ini mungkin telah melemah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan mekanik, komunitas etnolinguistik minoritas terus memiliki hubungan yang sangat kuat dengan lingkungan mereka.

Dalam sebuah event bertajuk “Recyclage De Metal Rouille” yang digelar oleh salah satu organisasi seniman dan peduli lingkungan yang ada di Prancis, (29/4/2022), para peserta yang terlibat salah satunya adalah Sikola Kampo, medapat kesempatan untuk berbagi tentang alternatif sederhana yang dilakukan dari permasalahan sampah, utamanya limbah plastik yang ada di Pulau Tomia. Seni Daur Ulang adalah satu-satunya solusi yang bisa dilakukan saat ini, tidak menutup kemungkinan lainnya program yang lebih kreatif dan inovatif yang akan dilakukan di masa depan ketika kontekstual masalah yang berbeda dari sekarang. Pengalaman yang diperoleh dari program Seni Daur Ulang, dengan demikian akan memunculkan potensi-potensi karya kreatif dan berkembang dalam diri warga Sikola Kampo yang nantinya diterapkan tidak hanya di lingkungan sekitar tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia.

Kreatif kontribusi pikiran akan selalu menemukan tempat yang tepat dan mengarah pada penciptaan produk kreatif. Dalam acara yang digelar di Kota Nantes ini pula, para seniman yang terlibat bukan hanya menampilkan karya musik mereka yang menggemakan isu pencemaran lingkungan, melainkan juga memamerkan aksi dan hasil karya mereka yang berbahan dasar limbah plastik seperti, baju, tas, lukisan, instalasi, dan lain sebagainya.
Abdi Sikola Kampo

