Semarakkan Hardiknas Ala Sekolah Kampung

Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei, Sikola Kampo bersama Sekolah Kampung Omah Kayu mengadakan Lomba Menggambar dan Mewarnai bagi anak-anak yang ada di Sikola Kampo untuk jenjang Kelas 1 sampai dengan Kelas 5 (SD) di Desa Kahianga, Kecamatan Tomia Timur. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan minat kreatif peserta dalam menggambar, terutama untuk panorama bawah laut serta dapat mengetahui jenis-jenis dari biota laut itu sendiri.

Umumnya, ketika anak-anak diajak untuk menggambar panorama keindahan alam, yang terpikirkan saat itu adalah tentang pegunungan, sawah, dan air terjun. Alhasil, karena itulah yang diperkenalkan pertama kali dalam lingkungan keluarga, bahkan di sekolah formal, terlepas dari bagaimana memberikan pandangan bahwa di lingkungan atau kondisi daerah seperti apa mereka tumbuh dan berada. Sehingga dalam acara lomba kali ini para peserta yang terlibat merupakan anak-anak yang tumbuh dan berkembang di daratan kepulauan Wakatobi, tentu tema yang diusung adalah Panorama Bawah Laut.

Untuk kategori satu (mewarnai) diikuti oleh peserta dari jenjang Kelas 1 sampai dengan Kelas 3 dimana gambar yang harus diwarnai adalah Ikan Badut dan Penyu. Peserta akan memberikan unsur warna sesuai dengan imajinasi masing-masing melalui kertas yang sudah memiliki pola gambar karakter wujud. Sedangkan dengan kategori dua (menggambar) yang diikuti oleh peserta dari jenjang Kelas 4 dan Kelas 5, diberikan tantangan untuk menggambar Keindahan Bawah Laut, baik itu dari karakter biota maupun keselarasan warna sesuai dengan materi yang telah disiapkan.

Meskipun dalam penyelenggaraan lomba ini dilakukan secara sederhana, antusias peserta tidak disurutkan oleh suasana ruangan dan hujan. Bahkan pada akhir acara lomba, peserta diajak untuk bercerita tentang bagaimana langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam menjaga kelestarian laut serta ekosistemnya. Tak lepas dari praktek penangkapan ikan yang dapat membahayakan seperti, penggunaan bom, potas (potassium), dan Tofole (racun tuba). Selain itu keadaan laut dan pesesisir pantai yang dicemari oleh limbah plastik, kaleng, dan botol kaca.

 

    Abdi Sikoa Kampo